Cara Melakukan Penumbuhan Kebijaksanaan Pekerti Di Sekolah Untuk Membentuk Siswa Berkarakter

0
17

Cara Melaksanakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah Untuk Membentuk Siswa Berkarakter |  Untuk membentuk siswa berkarakter maka perlu diadakan sebuah upaya faktual melalui pendidikan. Salah satunya ialah dengan Pembudayaan Budi Pekerti yang selanjutnya disingkat PBP. Yaitu kegiatan pembiasaan sikap dan sikap positif di sekolah yang dimulai berjenjang dari mulai SD (SD) hingga SMA/SMK, dan sekolah pada jalur pendidikan khusus dimulai semenjak dari masa orientasi penerima didik gres hingga dengan kelulusan.

Untuk mendukung kegiatan Pembudayaan Budi Pekerti (PBP) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 23 Tahun 2015 wacana Penumbuhan Budi Pekerti sebagai payung aturan dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan PBP. Dengan diterbitkannya peraturan menteri ini maka diperlukan setiap sekolah sanggup menjadi tempat yang nyaman dan inspiratif bagi siswa, guru, dan/atau tenaga kependidikan. Pembiasaan sikap dan sikap positif di sekolah ialah cerminan dari nilai-nilai Pancasila dan seharusnya menjadi bab proses berguru dan budaya setiap sekolah. Pendidikan aksara seharusnya menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan/atau orangtua.

Cara Melaksanakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah Untuk Membentuk Siswa Berkarakter Cara Melaksanakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah Untuk Membentuk Siswa Berkarakter

Tujuan Kegiatan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah :

  1. menjadikan sekolah sebagai taman berguru yang menyenangkan bagi siswa,  guru, dan tenaga
    kependidikan; 
  2. menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan aksara semenjak di keluarga, sekolah, dan masyarakat; 
  3. menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah,  pemerintah daerah,
    masyarakat, dan keluarga; dan/atau 
  4. menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya berguru yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Seluruh pelaksanaan kegiatan PBP bersifat konstekstual, yaitu diadaptasi dengan nilai-nilai muatan lokal tempat pada penerima didik sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Seluruh pelaksanaan kegiatan PBP yang melibatkan penerima didik dipimpin oleh seorang penerima didik secara bergantian sebagai bab dari penumbuhan aksara kepemimpinan. Waktu pelaksanaan kegiatan PBP sanggup dilakukan menurut acara harian, mingguan, bulanan, tengah tahunan, dan tamat tahun; dan penentuan waktunya sanggup diadaptasi dengan kebutuhan konteks lokal di tempat masing-masing.

Cara melakukan penumbuhan kecerdikan pekerti di sekolah sanggup dilakukan melalui beberapa pembiasaan positif. Seperti halnya yang diuraikan dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015 ada 7 pembiasaan yang sanggup dilakukan di sekolah untuk menumbuhkan kecerdikan pekerti yang baik kepada siswa. Yaitu :

  1. Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dan Spiritual
  2. Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinnekaan
  3. Mengembangkan Interaksi Positif Antara Peserta Didik dengan Guru dan Orangtua
  4. Mengembangkan Interaksi Positif Antar Peserta Didik 
  5. Merawat Diri dan Lingkungan Sekolah 
  6. Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik Secara Utuh
  7. Pelibatan Orangtua dan Masyarakat di Sekolah 

Tentang juknis pelaksanaan Penumbuhan Budi Pekerti di sekolah sanggup anda baca dalam Permendikbud NO. 23 Tahun 2015. Untuk itu silakan nda unduh dan cetak untuk dijadikan sebagia pedoman. Silakan unduh Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 wacana Penumbuhan Budi Pekerti sanggup di sini.


Sumber http://mangwaskim.blogspot.com