Wawancara Dengan Gilang Purnama – Typographer

Tipografi mengambil tugas yang sangat vital pada perkembangan teknologi bahkan peradaban. Tipografi merupakan alat komunikasi efektif dan sarana penyampaian ide juga rasa. Sulit sekali rasanya membayangkan dunia tanpa tipografi. Bagaimana dengan perkembangan tipografi di Indonesia? Nah, kali ini DS berkesempatan melaksanakan wawancara dengan Gilang Purnama, seorang tipografer asal Bandung yang karya-karyanya sangat inspiratif. Selamat membaca!

Hai Gilang, thanks sudah meluangkan waktu untuk wawancara ini. Bisa ceritakan sedikit perihal Kamu ke pembaca? Serta kesibukan apa yang sedang dijalani ketika ini.

Nama saya Gilang Purnama Jaya, seorang graphic designer, umur 25 tahun asal bandung, saya mulai berkarya sekitar tahun 2006 dan bekerja dari satu clothing company ke clothing company lainnya yang kebetulan pada ketika itu industri ini memang sedang marak di Bandung (inilah yang menimbulkan kuliah saya tidak beres-beres hingga kini hahaha), dan kesannya sekitar awal tahun 2008 saya mulai fokus pada typography hingga sekarang. Kesibukan saya ketika ini antara lain fokus pada retail font saya DECADE TYPEFOUNDRY, mengerjakan beberapa project logotype, menuntaskan beberapa font saya yang belum terselesaikan, membantu seorang sahabat menjalankan bisnis merchandise grup band (crossover merch) dan sedang menunggu jawaban dari pihak myfonts.com.

Bagaimana dongeng awal mula tertarik dengan dunia lettering dan tipografi?


Dari kecil saya memang sudah tertarik dengan lettering dan tipografi, ketika itu saya selalu memperhatikan tulisan-tulisan yang terdapat di kaca-kaca R.M Padang, Pecel Lele, kolam truk dan film-film kartun favorit saya, yang saya ingat logotype favorite saya pada ketika itu yaitu mighty morphin power rangers dan silverhawks, hingga kini logotype itu masih sangat keren berdasarkan saya. Beranjak Sekolah Menegah Pertama dan Menegah Atas saya mulai mengoleksi rugos dari typeface yang berbeda-beda dan berguru sedikit graffiti, puncaknya ketika masa kuliah seorang dosen dari mata kuliah tipografi memperkenalkan saya lebih jauh dengan dunia tipografi dan dibantu dengan teknologi internet pada ketika itu dan berujung pada saya kini ini.

Bisa dongeng sedikit ke pembaca mengenai proses pengerjaan font dan lettering?


Untuk pengerjaan font biasanya saya melaksanakan riset, sehabis itu saya menciptakan bentuk dari setiap abjad mulai dari a-z dengan denah bergairah kemudian mulailah proses digitalisasi menggunakan CorelDRAW dan Adobe Illustrator (tracing) dan proses terkhir saya menggunakan Fontlab untuk mengatur glyph, script opentype, kerning dsb. Menghasilkan output opentype dan truetype sehingga bisa dipakai di komputer.

Apa project paling berkesan yang pernah dikerjakan? Bisa ceritakan mengapa?


Semua project dengan nominal yang besar niscaya berkesan hahaha tapi gak gitu juga, saya pernah mengerjakan beberapa project dengan agensi desain yang berada di Australia, saya sempat diajak untuk menetap dan bahkan membuka akun bank atas nama saya disana, berdasarkan saya ini sangat berkesan alasannya yaitu hingga kini saya masih bekerjasama baik dengan agensi tersebut.

Menurut kamu, apa aspek yang paling menarik dari menjadi seorang tipografer?


Tidak banyak orang Indonesia menggeluti bidang ini, masih dibilang sangat sedikit dan dengan hal tersebut saya bisa bertemu dengan orang-orang gres juga luar biasa.

Salah satu font kau yaitu ‘Bandung Hardcore‘ termasuk kedalam salah satu font yang cukup terkenal di Dafont.com, gimana perasaannya perihal hal itu?


Lumayan seneng juga sih, jauh dari apa yang saya bayangkan, font itu memang sengaja saya buat gratis dan ternyata impactnya luar biasa bagi karir saya sebagai seorang typographer, terinspiransi dari grup band favorite saya “terror” dan kebetulan scene musik hardcore di kota Bandung sedang hype juga, melihat sedikit celah bahwa kebutuhan akan font berjenis varsity / collage akan sangat diharapkan (khususnya untuk scene dan komunitas di bandung) kesannya dibuatlah font “Bandung Hardcore”.

Selain menggarap project freelance, apakah kau juga menjual font? Kalo iya dimana dan Bagaimana prospeknya?


Betul sekali, harus digaris bawahi bahwa yang saya jual disini yaitu lisensi atau hak untuk menggunakan font tersebut dan orang yang telah membeli lisensi tersebut dihentikan menjual/sharing kembali kepada orang lain, berbeda dengan masalah saya sebelumnya ketika “menjual” font saya kepada salah satu typefoundry diluar sana, tentunya profit yang didapatkan lebih besar akan tetapi terjadi satu waktu alasannya yaitu saya dihentikan untuk menjual font tersebut baik retail ataupun menjual kembali kepada salah satu typefoundry yang berbeda,

prospeknya bisa menghidupi keseharian saya alasannya yaitu yang saya lakukan yaitu berjualan secara retail, profit yang didapatkan seumur hidup selama saya masih menginginkan untuk mejual font yang saya buat. Beberapa font komersial saya bisa dibeli di decadetypefoundry.storenvy.com dan segera di myfonts.com.

Semua profesi tentunya membutuhkan yang namanya inspirasi, bagaimana kau biasa mendapat inspirasi?


Kebanyakan ilham saya tiba dari melihat-lihat sekitar, browsing, mengobrol sama teman, dan membaca buku

Adakah tokoh yang menjadi influence untuk karya-karya kamu?


Banyak sekali tentunya, alasannya yaitu terlalu banyak saya sulit untuk mengingatnya satu-satu mungkin saya sebutkan yang saya ingat saja, diantaranya David Quay, Herb Lubalin, Michael Dorret, Rick Griffin, Michael Manoogian , Gerard Huerta, Greg Irons, Mike Giant, Jim Phillips dan Chaz Bojorquez.

Bagaimana berdasarkan kau perkembangan tipografi di Indonesia?


Perkembangannya sangat pesat dibantu oleh jejaring sosial dan search engine, para teman-teman di Indonesia tidak kalah ketinggalan dengan negara-negara lain, hanya saja sedikit sekali teman-teman yang fokus untuk menjadi typographer bahkan mendirikan typefoundry padahal kemampuan-kemampuan mereka sudah cukup diatas rata-rata dan pekerjaan ini tidak mengecewakan menjanjikan.

Bisa sebutkan beberapa situs favorit kamu?


Adakah saran-saran untuk tipografer-tipografer muda Indonesia?


Teruslah berkarya, jangan patah semangat, jangan pernah merasa cukup, perbanyak referensi, tekunilah apa yang kau lakukan alasannya yaitu kelak niscaya akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Terima kasih Gilang sudah bersedia diwawancara di Desain Studio, sukses selalu!


Terimakasih kembali 🙂

Gilang Portfolio :

Sekian wawancara Desain Studio dengan Gilang Purnama. Keberadaan Gilang sebagai Tipografer tentu merupakan pujian tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Semoga wawancara ini sanggup menginspirasi tipografer-tipografer muda lain untuk terus berkarya.


Ikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio untuk mendapat update terbaru berupa tips, informasi, dan tutorial seputar desain grafis!
Sumber http://www.desainstudio.com